35 Hektare Kawasan Durian Dikembangkan di Tebo, BRMP Jambi Tinjau Progres di Lapangan
TEBO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi memantau pengembangan kawasan durian Tahun Anggaran 2026 di Kelompok Tani Sumber Tani, Desa Wana Reja, Kecamatan Rimbo Ulu, Rabu (4/11). Kegiatan dipimpin Liaison Officer (LO) Kabupaten Tebo, Endang Susilawati, S.Pt., bersama tim, serta melibatkan koordinator penyuluh, PPL, Tim Kerja Penyuluh, dan Ketua Kelompok Tani Sumber Tani, Yuli Purwanto. Kabupaten Tebo mendapat alokasi pengembangan kawasan durian tahap II melalui skema ekstensifikasi seluas 35 hektare, tersebar di Rimbo Ulu 15 hektare, Rimbo Bujang 10 hektare, dan VII Koto 10 hektare. Program Direktorat Buah dan Florikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura ini mengusulkan varietas Kromo Banyumas dengan kebutuhan 100 batang benih per hektare. Usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) telah diverifikasi BRMP Jambi sebelum penetapan penerima.
Hasil monitoring menunjukkan benih durian untuk seluruh lokasi di tiga kecamatan telah disalurkan pada Oktober. Benih yang didistribusikan merupakan benih sebar berlabel biru. Selanjutnya, kesiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaan perlu terus dikawal agar benih tumbuh optimal. Dalam kegiatan tersebut, tim juga mengunjungi kebun durian milik Yuli Purwanto seluas sekitar 1 hektare. Sejumlah pohon di kebun tersebut telah berbuah, dengan beberapa buah tumbuh pada posisi rendah sehingga mudah dijangkau.
BRMP Jambi mendorong pengembangan kawasan durian berjalan sesuai alokasi dan tujuan program. Pengembangan hortikultura ini diharapkan memperkuat potensi pertanian Kabupaten Tebo, yang tidak hanya bertumpu pada tanaman pangan, serta membuka peluang peningkatan produksi dan nilai tambah ekonomi bagi petani. Dukungan benih bermutu, kesiapan petani, dan pendampingan penyuluh menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pengembangan kawasan durian tersebut. (TAS)