BRMP Jambi Evaluasi Program Strategis dan Pemutakhiran Data Penyuluh di Tebo
TEBO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi memperkuat pengawalan program strategis Kementerian Pertanian melalui evaluasi kegiatan dan pemutakhiran master data bersama penyuluh dari empat kecamatan di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tebo Ulu, Rabu (4/11). Pertemuan dihadiri Liaison Officer (LO) Swasembada Pangan Kabupaten Tebo Endang Susilawati, S.Pt., beserta tim, koordinator penyuluh dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kecamatan Tebo Ulu, VII Koto Ilir, VII Koto, dan Serai Serumpun, serta Tim Kerja CWS. Pembahasan mencakup pemutakhiran data koordinator penyuluh, PPL, dan kelompok tani agar sesuai kondisi faktual di lapangan. Penyuluh juga didorong meningkatkan komunikasi dan pendampingan kepada petani serta bertanggung jawab atas keakuratan data wilayah binaan.
Selain itu, pertemuan mengevaluasi administrasi pengusulan bantuan melalui aplikasi e-Banper, termasuk penginputan usulan yang sebelumnya diajukan secara manual serta perbaikan data Pestisida OPLAH, CSR Padi Gogo, dan Dolomit CSR. Penyusunan laporan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) juga menjadi perhatian, terutama kelengkapan isi dan bukti dukung yang harus menggambarkan hamparan lahan serta aktivitas pendampingan, bukan hanya foto bersama petani. Evaluasi kegiatan fisik meliputi Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Sungai Rambai, Tebo Ulu, yang telah memasuki tahap pengolahan lahan, sementara pekerjaan di Kecamatan VII Koto masih menunggu kepastian biaya pengolahan. Pada kegiatan Optimasi Lahan (Oplah) 2026, pemasangan instalasi masih berlangsung di Poktan Payo Lebar, Desa Kuamang; pekerjaan Poktan Tanah Kuning telah selesai dengan catatan penyesuaian ketinggian pintu air. Di Desa Pagar Puding, pembangunan tanggul pada dua kelompok tani baru dimulai, sedangkan dua kelompok lainnya telah mencapai realisasi fisik 100 persen dan didorong segera menanam pada November. Di Serai Serumpun, Poktan Tanjung Aur Indah telah membangun saluran air dan Poktan Puding Mas menyelesaikan pembangunan satu unit sumur. Perkembangan kegiatan Mandiri Benih di VII Koto Ilir turut dievaluasi.
Pertemuan juga mengawal target tanam Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) pada November 2026 di empat kecamatan tersebut. BRMP Jambi mendorong penyuluh, kelompok tani, dan tim pengawal program segera menindaklanjuti setiap perkembangan maupun kendala di lapangan, baik terkait kelengkapan data dan administrasi maupun penyelesaian pekerjaan fisik. Penguatan koordinasi dan pendampingan diharapkan mempercepat realisasi kegiatan, memastikan program berjalan sesuai kebutuhan serta kondisi lapangan, dan mendukung pencapaian target program strategis Kementerian Pertanian di Kabupaten Tebo. (TAS)