BRMP Jambi Percepat Cetak Sawah Batang Hari, Tanam Perdana Ditargetkan 25 Agustus
KOTA JAMBI — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi mempercepat pelaksanaan Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2026 di Kabupaten Batang Hari melalui rapat koordinasi secara daring, Jumat (14/8) malam, sebagai tindak lanjut kunjungan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan) Letjen TNI (Purn.) Irham Waroihan, S.Sos., ke lokasi CSR Desa Olak pada hari yang sama. Rapat diikuti Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar, S.Si., M.Si., Kabag Tata Usaha BRMP Jambi Hery Nugroho, S.P., M.P., Katimker Pendampingan, penyuluh CWS, LO, Katimker Penyuluhan, serta penyuluh Kabupaten Batang Hari. Koordinasi difokuskan pada percepatan pengolahan dan penanaman, pemetaan kondisi empat lokasi CSR 2026, serta evaluasi CSR 2025. Di Desa Olak, lahan seluas 11,95 hektare telah mencapai 100 persen land clearing/land leveling dan ditargetkan memasuki tanam perdana pada 25 Agustus 2026. Untuk mengejar target tersebut, pengolahan akan dikoordinasikan bersama TNI, konsultan, pemerintah desa, dan Brigade Pangan. Sebanyak 85 petani juga telah menyatakan kesiapan mengolah lahan secara mandiri apabila dukungan pengolahan dari TNI/Korem tidak dapat dilaksanakan.
Percepatan juga mencakup penyediaan sarana produksi serta validasi kondisi tiga lokasi CSR 2026 lainnya. Usulan benih dan dolomit segera diajukan melalui penyuluh dan dinas kepada BRMP agar tidak menghambat persiapan tanam. Di Pelayangan, target CSR mencapai 11,3 hektare dengan laporan pengerjaan yang masih perlu divalidasi; Rambahan memiliki target 67,94 hektare dengan realisasi land clearing sekitar 10–14 hektare; sedangkan Tenam memiliki target 5,54 hektare dengan sekitar 2 hektare polygon valid dan sebagian lahan masih memiliki tunggul serta akar. Rapat sekaligus menyoroti CSR 2025 seluas 603 hektare yang pada sejumlah lokasi belum selesai dikerjakan pihak ketiga.
Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar menekankan pentingnya koordinasi berbasis kondisi riil dan data lapangan agar setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti. Sebagai langkah berikutnya, Katimker Penyuluh Batang Hari akan mengompilasi data CSR 2025 dan 2026, penyuluh berkoordinasi dengan TNI mengenai kepastian biaya pengolahan serta mengawal kesiapan petani Desa Olak, sementara data dan dokumentasi lokasi lainnya segera divalidasi dan disampaikan kepada BRMP. Percepatan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan CSR tidak berhenti pada land clearing, tetapi harus dilanjutkan hingga pengolahan dan penanaman. Dengan target tanam 25 Agustus, khususnya di Desa Olak, seluruh pihak diarahkan bergerak berdasarkan data dan kondisi aktual agar lahan hasil program CSR segera menjadi areal pertanian produktif serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi pangan. (PS)