Dampingi Irjen Kementan, Dirwil BRMP Jambi Kawal Percepatan Tanam Cetak Sawah Olak
BATANG HARI — Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan) Letjen TNI (Purn.) Irham Waroihan, S.Sos., meninjau lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Olak, Kabupaten Batang Hari, Jambi, Jumat (14/8), untuk memastikan lahan yang telah dibuka segera memasuki tahap pengolahan dan penanaman. Dalam kunjungan tersebut, Irham didampingi Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar, S.Si., M.Si., Kabag Tata Usaha BRMP Jambi, Kepala BPLIP Kelas I Palembang, Katimker Penyuluh Batang Hari, penyuluh, TNI, Brigade Pangan, serta mitra Korem yang terlibat dalam pembukaan lahan. Dari total 11,9 hektare, seluruh lahan telah selesai menjalani land clearing sehingga pengolahan tanah kini menjadi tahapan yang harus segera dikejar.
Irham meminta seluruh pihak bergerak cepat karena penanaman ditargetkan pada 25 Agustus 2026, dengan pengolahan tanah harus selesai paling lambat satu pekan sebelumnya. Pengolahan akan menggunakan traktor roda empat (TR4) dengan dukungan Brigade Pangan BP Sejahtera Bersama. Bersamaan dengan itu, benih, dolomit, pupuk, dan sarana produksi lainnya disiapkan, termasuk dukungan pompa untuk mengoptimalkan sumber air yang masih tersedia di lokasi. Ketersediaan air tersebut dinilai menjadi modal penting karena selain mendukung percepatan tanam, lahan berpeluang dikembangkan dengan indeks pertanaman dua kali setahun dan diarahkan menerapkan pendekatan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Percepatan di Desa Olak menjadi bagian dari upaya memastikan CSR tidak berhenti pada pencetakan lahan, tetapi segera menghasilkan areal pertanian produktif. Hal ini sejalan dengan perkembangan PM-AAS di Jambi yang telah mencapai 6.453 hektare, melampaui target pusat 6.115 hektare. Dengan dukungan mekanisasi, pengelolaan air, sarana produksi, serta sinergi BRMP Jambi, TNI, penyuluh, Brigade Pangan, dan mitra terkait, lahan CSR Olak diharapkan segera masuk tahap penanaman dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi pangan. Lahan yang telah dicetak juga diarahkan masuk dalam data Luas Baku Sawah (LBS) dan dipertahankan keberlanjutannya agar investasi pemerintah memberikan manfaat jangka panjang bagi ketahanan pangan. (PS)