Saat Prediksi Iklim Bertemu Penerapan Pertanian, Sinergi BRMP Jambi dan BMKG Cetak Petani Adaptif
KOTA JAMBI – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi menghadiri sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Provinsi Jambi Tahun 2026 yang diselenggarakan Stasiun Klimatologi BMKG Jambi di Aula Agro Modern BRMP Jambi, Senin (27/7). Mengusung tema "Petani Adaptif Iklim untuk Swasembada Pangan dan Panen Berkelanjutan", kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dan pemangku kepentingan dalam memanfaatkan informasi iklim sebagai dasar pengambilan keputusan budidaya. Kegiatan dibuka oleh Anggota DPR RI Komisi V yang diwakili Drs. Anwar Harminto, M.E., serta dihadiri Kepala Stasiun Klimatologi Jambi Rudi Anuar Yudha Trisaputra, S.P., M.Si., Koordinator Bidang Informasi Iklim Terapan Direktorat Layanan Iklim Terapan Siswanto, S.Si., M.Sc., Ph.D., Kepala UPTD BPTPH Provinsi Jambi, perwakilan perangkat daerah, dan kelompok tani. Kepala Bagian Tata Usaha BRMP Jambi Hery Nugroho, S.P., M.P. hadir sebagai narasumber, sementara perwakilan Sekretaris Liaison Officer Swasembada Pangan dari Kota Jambi, Kabupaten Sarolangun, dan Kabupaten Tebo mengikuti kegiatan sebagai peserta.
Dalam pemaparannya, Hery Nugroho menegaskan bahwa adaptasi terhadap perubahan iklim menjadi salah satu kunci menjaga produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan melalui penyesuaian jadwal tanam, penggunaan varietas toleran terhadap kekeringan maupun banjir, pengelolaan air yang efektif, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pelestarian lingkungan. Sementara itu, UPTD BPTPH Provinsi Jambi memaparkan potensi peningkatan organisme pengganggu tanaman akibat kondisi iklim ekstrem beserta langkah pengendaliannya, sedangkan BMKG menyampaikan informasi iklim dan memprediksi puncak musim kemarau di Provinsi Jambi akan terjadi pada Agustus 2026 dengan sebagian besar wilayah mengalami curah hujan kategori rendah. Informasi tersebut diharapkan menjadi acuan petani dalam menyusun kalender tanam, memilih varietas, dan menerapkan strategi budidaya yang lebih adaptif.
Melalui kegiatan Sekolah Lapang Iklim yang diawali dengan pre-test dan diakhiri post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, BRMP Jambi bersama BMKG, BPTPH, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan memperkuat sinergi dalam membangun pertanian yang tangguh terhadap perubahan iklim. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong petani memanfaatkan informasi iklim secara optimal, menjaga produktivitas pertanian secara berkelanjutan, serta mendukung percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional. (TAS)