BRMP Jambi Pacu Optimalisasi Lahan, CSR, dan PM-AAS dari Brigade Pangan Batanghari
BATANGHARI – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi melaksanakan monitoring dan evaluasi di Brigade Pangan (BP) Jawara, Kabupaten Batanghari, Senin (27/7). Kegiatan yang dipimpin Kapoksi Pendampingan BRMP Jambi Kamalia Muliyanti, S.TP., M.Sc., bersama Liaison Officer (LO) Kabupaten Batanghari Dr. Desi Hernita, S.P., M.P., beserta tim ini bertujuan memantau perkembangan kegiatan Optimasi Lahan (OPLAH), Cetak Sawah Rakyat (CSR), sekaligus meninjau kesiapan calon lokasi penerapan Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Monitoring dilakukan melalui diskusi bersama pemerintah desa, penyuluh pertanian, Koordinator BPP, dan petani setempat guna mengidentifikasi berbagai kendala serta kebutuhan di lapangan. Dalam pembahasan, tim BRMP Jambi menekankan pentingnya mengoptimalkan pengolahan lahan pada kegiatan CSR agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal. Petani juga didorong segera mengusulkan bantuan olah lahan karena alokasi anggaran hanya dapat dimanfaatkan pada tahun anggaran berjalan. Tim menjelaskan bahwa bantuan tersebut dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional, seperti sewa alat dan mesin pertanian (alsintan), biaya perawatan, bahan bakar minyak (BBM), hingga jasa operator. Selain itu, dilakukan identifikasi terhadap berbagai kendala yang dihadapi petani penerima program cetak sawah sebagai dasar penyusunan solusi yang tepat.
Hasil monitoring menunjukkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi Brigade Pangan Jawara, di antaranya banjir, belum tersedianya saluran pembuangan air yang memadai, serta tingkat keasaman tanah yang tinggi. Upaya pengapuran untuk memperbaiki kondisi lahan belum dapat dilakukan secara optimal akibat keterbatasan biaya petani. Kepala Desa Olak Besar mengapresiasi keberadaan Brigade Pangan dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang dinilai sangat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas usaha tani. Sementara itu, Koordinator BPP Bathin XXIV menegaskan bahwa persoalan banjir dan karakteristik lahan masam masih menjadi tantangan utama di wilayah tersebut. Pada akhir kegiatan, tim BRMP Jambi juga membahas persiapan implementasi PM-AAS dengan mengidentifikasi kebutuhan dan kesiapan lapangan sebagai langkah awal percepatan pelaksanaan program. Melalui monitoring dan evaluasi ini, BRMP Jambi menegaskan komitmennya mengawal program strategis Kementerian Pertanian agar pelaksanaan OPLAH, CSR, dan PM-AAS berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat nyata bagi petani di Kabupaten Batanghari. (SAS)