Perkuat Basis Data Pertanian, BRMP Jambi dan Tim Kerja Merangin Dorong Akurasi Data di BPP Pamenang
MERANGIN – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi bersama Tim Kerja Kabupaten Merangin memperkuat koordinasi pemutakhiran data pertanian melalui pertemuan di BPP Pamenang, Selasa (27/10). Kegiatan ini diikuti LO Kabupaten Merangin, Mildaerizanti, S.P., M.Sc., Sekretaris Andi, S.P., Ketua Tim Kerja Kabupaten Merangin, Armanto, S.P., koordinator BPP Pamenang, Pamenang Barat, dan Pamenang Selatan, serta para penyuluh pertanian. Pembahasan mencakup pemutakhiran, verifikasi, dan pelengkapan data kelompok tani, kegiatan LIP dan optimasi lahan (Oplah), Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS), hortikultura, perkebunan, Luas Tambah Tanam (LTT), luas panen, Kerangka Sampel Area (KSA), produktivitas, sarana dan prasarana BPP, serta pengusulan bantuan melalui aplikasi e-Banper sebagai dasar perencanaan dan pemantauan program pertanian.
Dalam arahannya, Armanto menegaskan bahwa data yang disampaikan harus sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Ia juga mendorong penyuluh mempercepat penanaman, khususnya pada kegiatan PM-AAS, seiring informasi BMKG mengenai masuknya musim hujan. Penginputan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) juga diminta dilakukan secara cermat dan dilengkapi bukti dukung serta tanda tangan kelompok tani atau petani sesuai ketentuan. Mildaerizanti menekankan pentingnya pembaruan data LTT, luas panen, produktivitas, perkembangan PM-AAS, dan realisasi bantuan pemerintah untuk mendukung pengambilan keputusan serta pencapaian swasembada pangan. Ia turut meminta persiapan rencana tanam November dan Desember 2026 dilakukan dengan baik. Sementara itu, Andi menjelaskan mekanisme pengusulan bantuan melalui e-Banper dan menyoroti usulan yang belum terinput serta kendala teknis aplikasi yang perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi antara penyuluh, koordinator BPP, Tim Kerja Kabupaten Merangin, dan penyuluh CWS provinsi.
Pertemuan tersebut juga membahas pendataan sarana dan prasarana BPP, meliputi jumlah dan kondisi barang, kerusakan, kekurangan, serta kebutuhan perbaikan maupun penambahan. Data ini diharapkan menjadi dasar penentuan prioritas pemenuhan sarana prasarana sesuai kondisi nyata di lapangan. Melalui koordinasi berkelanjutan, seluruh koordinator BPP dan penyuluh diharapkan semakin cermat dalam melengkapi, memverifikasi, dan memperbarui data pertanian agar valid serta dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, perencanaan program, pengusulan bantuan, dan pelaksanaan kegiatan pertanian di Kabupaten Merangin diharapkan semakin tepat sasaran dalam mendukung percepatan swasembada pangan. (ASP)