BRMP Jambi Dampingi Staf Ahli Mentan Tinjau Progres Oplah 2026
TANJUNG JABUNG BARAT – Direktur Wilayah BRMP Jambi, Dr. Yunimar, S.Si., M.Si., mendampingi kunjungan Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian, Ir. Ali Jamil, M.P., Ph.D., ke lokasi kegiatan Optimasi Lahan (Oplah) Tahun 2026 di Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Minggu (25/10). Kunjungan tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Ir. Nandang Sudrajat, M.M.; Kepala BPLIP Kelas I Palembang, Dr. Yong Farmanta, S.P., M.Si.; TNI; penyuluh pertanian dan konsultan. Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan kegiatan Oplah 2026 pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Teluk Nilau Indah, termasuk pekerjaan infrastruktur pendukung yang menjadi bagian dari upaya optimalisasi lahan pertanian.
Pekerjaan Oplah 2026 pada Gapoktan Teluk Nilau Indah mencakup areal seluas 23,46 hektare. Pekerjaan infrastruktur yang tercatat meliputi pembangunan parit cacing sepanjang 2.246 meter, tanggul sepanjang 92 meter, tiga titik pintu air, serta saluran parit sepanjang 1.441 meter. Infrastruktur tersebut merupakan bagian dari penataan dan perbaikan tata air untuk mendukung pemanfaatan lahan pertanian. Dalam kunjungan tersebut, Ali Jamil mengingatkan bahwa waktu pelaksanaan kegiatan tersisa sekitar satu bulan. Ia menekankan pentingnya percepatan pekerjaan agar kegiatan Oplah dapat diselesaikan sesuai target. Ia juga menggarisbawahi bahwa Oplah ditujukan untuk mendukung peningkatan kegiatan pertanian dan memberikan manfaat bagi petani, sehingga pelaksanaannya perlu menjadi perhatian bersama seluruh pihak yang terlibat.
Melalui peninjauan lapangan ini, perkembangan pekerjaan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam mengidentifikasi kebutuhan percepatan dan memastikan penyelesaian kegiatan sesuai target. Sinergi antara Kementerian Pertanian, TNI, penyuluh, konsultan, dan seluruh pihak yang terlibat diperlukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Oplah di lapangan. Dengan penyelesaian pekerjaan yang tepat waktu, infrastruktur tata air yang dibangun diharapkan dapat menunjang pemanfaatan lahan secara lebih optimal dan mendukung peningkatan produksi pertanian di Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. (WN)