Menuju Panen 10 Ton! BRMP Jambi Kawal Ketat Pertumbuhan Padi PM-AAS
TANJUNG JABUNG BARAT – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi terus memperkuat pengawalan penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) melalui monitoring pertumbuhan padi di demplot seluas dua hektare milik Kelompok Tani Mekar Sari, Desa Rawa Medang, Senin (29/6). Monitoring dipimpin Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar, S.Si., M.Si., didampingi Kapoksi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian Dr. Endi Putra, S.P., M.Si., bersama Penanggung Jawab Kegiatan Suci Primilestari, S.P., M.Si., tim teknis BRMP Jambi, Koordinator BPP Batang Asam, Penyuluh Pertanian, petugas POPT, serta Ketua Kelompok Tani Parman. Demplot tersebut ditanami varietas Inpari 32 dan Mawar masing-masing seluas satu hektare sejak 5 April 2026 dengan target produktivitas 10 ton/hektare.
Hasil monitoring menunjukkan tanaman telah berumur sekitar 85 hari setelah tanam dan secara umum tumbuh baik serta memasuki fase pengisian bulir. Tim melakukan pengamatan menyeluruh terhadap kondisi pertanaman, mulai dari pertumbuhan generatif, perkembangan malai, tingkat keseragaman tanaman hingga potensi gangguan organisme pengganggu tumbuhan yang dapat memengaruhi hasil panen. Serangan penyakit blas yang sempat muncul pada sebagian areal berhasil dikendalikan melalui pendampingan intensif petugas POPT bersama penyuluh pertanian, sedangkan gejala serangan hama penggerek batang di beberapa titik langsung ditindaklanjuti dengan rekomendasi pengendalian sesuai prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) agar produktivitas tanaman tetap terjaga hingga panen.
Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar mengatakan monitoring lapangan merupakan bagian penting dari pendampingan teknologi agar setiap kendala budidaya dapat segera diidentifikasi dan ditangani. Menurutnya, keberhasilan PM-AAS tidak hanya ditentukan oleh penggunaan varietas unggul dan teknologi budidaya, tetapi juga oleh sinergi antara BRMP Jambi, penyuluh pertanian, POPT, pemerintah daerah, dan petani. Dengan kondisi pertanaman yang tetap terjaga serta pengendalian hama dan penyakit yang dilakukan secara berkelanjutan, BRMP Jambi optimistis target produktivitas 10 ton gabah per hektare dapat tercapai sekaligus menjadikan demplot PM-AAS sebagai model penerapan pertanian modern untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi Jambi. (PS)