BRMP Jambi Perkuat Sinkronisasi Data Program Strategis Pertanian
KOTA JAMBI – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi menggelar rapat koordinasi evaluasi master data dan tindak lanjut program strategis Kementerian Pertanian di Provinsi Jambi, Senin (5/10). Rapat membahas penyempurnaan master data pertanian, capaian Luas Tambah Tanam (LTT), perkembangan Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS), serta sinkronisasi data LTT dengan luas panen. Seluruh kabupaten/kota diminta melengkapi dan memvalidasi data agar dapat menjadi dasar perencanaan dan evaluasi program secara lebih akurat. Capaian LTT Provinsi Jambi secara keseluruhan sekitar 82 persen, sementara Sarolangun dan Bungo masih menjadi perhatian dengan capaian masing-masing sekitar 39 persen dan 59 persen.
Rapat juga mencermati selisih produksi Provinsi Jambi sekitar 6 persen atau lebih dari 12.000 ton. Untuk menelusuri penyebabnya, data LTT akan disandingkan dengan data luas panen. Percepatan CSR menjadi perhatian dengan permintaan kepada seluruh penyuluh untuk memperbarui progres kegiatan secara berkala dan menuntaskan data paling lambat 28 Oktober 2026. Data alsintan juga harus mencakup alat yang berada di Brigade Pangan maupun yang disalurkan melalui Dinas Pertanian. Sementara itu, perubahan E-RDKK dibuka pada 5–12 Oktober 2026 dan diminta dimanfaatkan secara optimal untuk penyempurnaan data, sedangkan seluruh kabupaten/kota diarahkan mengejar target PM-AAS sebesar 6.115 hektare hingga Desember 2026.
Koordinasi turut membahas kendala di lapangan, antara lain kekeringan, keterbatasan benih, kerusakan alsintan, ketersediaan BBM, serta ketidaksesuaian data kelompok tani. BRMP Jambi akan terus memperkuat koordinasi dan pengawalan bersama penyuluh serta pemerintah daerah untuk memastikan data semakin akurat dan mempercepat pencapaian target program strategis pertanian di Provinsi Jambi. (MW)