Kekeringan Mengancam, BRMP Jambi Perkuat Mitigasi PM-AAS di Muaro Jambi
MUARO JAMBI — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dan jajaran penyuluh memperkuat langkah mitigasi kekeringan untuk menjaga kesiapan penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS). Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Akselerasi PM-AAS di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Maro Sebo, Jumat (28/8), yang diinisiasi penyuluh Kabupaten Muaro Jambi. Rapat dihadiri LO Swasembada Pangan Kabupaten Muaro Jambi Defira Suci Gusfarina, S.P., M.Sc., Ketua Tim Kerja Penyuluh Yuni Wahyadi, S.P., Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muaro Jambi Ir. Efi Syahrul, S.P., M.Si., Kepala Bidang Tanaman Pangan Umi Kalsum, S.P., beserta jajaran dan penyuluh pertanian.
Kondisi kekeringan menjadi perhatian karena berpotensi menghambat rencana penerapan PM-AAS yang dijadwalkan mulai September 2026. Berdasarkan identifikasi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muaro Jambi, lahan terdampak terdiri atas kekeringan ringan 402,80 hektare, sedang 237,25 hektare, dan berat 1.406 hektare, sementara sekitar 46 hektare dilaporkan mengalami puso. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BRMP Jambi mendorong percepatan data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) pra-panen, pembaruan e-RDKK, serta identifikasi lahan yang membutuhkan dukungan pengairan. Penyuluh juga didorong memanfaatkan perpanjangan batas pengusulan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) hingga 19 September 2026 dan mengidentifikasi kebutuhan pompa air sebagai langkah mitigasi.
Penguatan mitigasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penerapan PM-AAS tetap berjalan sesuai kondisi dan kebutuhan petani. BRMP Jambi bersama pemerintah daerah dan penyuluh akan terus mengawal pemutakhiran data, usulan sarana pertanian, serta kebutuhan pengairan agar berbagai risiko akibat kekeringan dapat ditangani sejak awal. Koordinasi yang dimulai dari tingkat penyuluh diharapkan mempercepat respons terhadap persoalan lapangan sekaligus menjaga kesiapan penerapan PM-AAS dan keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Muaro Jambi. (YS)