Sawah Mengering, Petani Empang Benao Merangin Tetap Menanam Harapan
MERANGIN — Musim kemarau menguji keteguhan petani di Desa Empang Benao, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin. Kondisi ini menjadi perhatian Tim BRMP Jambi saat melakukan identifikasi lahan terdampak kekeringan, Selasa (8/9). LO Kabupaten Merangin Mildaerizanti, S.P., M.Sc., bersama Sekretaris LO, penyuluh pendamping, penyuluh lapangan, dan Ketua Kelompok Tani Sei Kejumat Ulu turun langsung melihat kondisi lahan sekaligus mendengarkan persoalan yang dihadapi petani. Kawasan tersebut pertama kali dibuka melalui program cetak sawah pada 2016 dengan luas sekitar 40 hektare, namun sebagian besar lahan belum kembali dimanfaatkan untuk budidaya.
Lahan yang masih aktif dikelola memiliki potensi produksi sekitar 3–3,5 ton per hektare dengan Indeks Pertanaman (IP) 200. Sebagian pertanaman saat ini telah memasuki fase generatif yang membutuhkan ketersediaan air untuk mendukung pembentukan hasil. Namun, budidaya masih bergantung pada curah hujan, sementara embung yang tersedia ikut mengering akibat kemarau sehingga belum menjadi sumber air andalan. Di tengah keterbatasan tersebut, petani berharap hujan segera turun agar pertanaman yang masih bertahan dapat tumbuh hingga panen.
Hasil identifikasi BRMP Jambi menjadi bahan untuk mendorong penanganan yang lebih tepat, terutama melalui pengelolaan sumber air, pengembangan infrastruktur irigasi sesuai kondisi lapangan, dan pendampingan budidaya. Kolaborasi BRMP Jambi, pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani diperlukan untuk mempertahankan lahan yang masih produktif sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali lahan lainnya. Meski hamparan yang ditanami kini jauh lebih kecil dibandingkan saat pertama dibuka, semangat petani Empang Benao tetap tumbuh: sawah boleh mengering, tetapi harapan untuk mempertahankan pertanian dan ketahanan pangan tidak boleh ikut mengering. (ASP)