Kekeringan Melanda Tebo, BRMP Jambi Pantau Sawah Terdampak dan Lokasi JIAT
TEBO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi memantau kondisi lahan persawahan terdampak kekeringan sekaligus meninjau lokasi penerima bantuan Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Jumat (18/9). Monitoring dilakukan Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Tebo, Dr. Endi Putra, S.P., M.Si., bersama tim, Katimker Administrasi dan Kinerja Penyuluh Kabupaten Tebo, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta ketua kelompok tani. Berdasarkan hasil pemantauan, luas lahan terdampak kekeringan di Kabupaten Tebo mencapai 585,5 hektare.
Pemantauan dilakukan di lahan Kelompok Tani Renah Permai, Desa Rantau Langkap, Kecamatan Tebo Ulu, seluas 19,37 hektare yang merupakan bagian dari Oplah 2025, serta lahan Oplah 2026 di Desa Pagar Puding dengan alokasi 45 hektare untuk Kelompok Tani Sinar Usaha. Pada lokasi tersebut, lahan Kelompok Tani Sinar Usaha seluas 10 hektare dan Bedaro Indah seluas 10 hektare juga direncanakan sebagai calon lokasi PM-AAS, tetapi kondisi kekeringan masih menjadi kendala. Keterbatasan air terutama terjadi pada sawah yang mengandalkan Sungai Batanghari karena debit air menurun dan sungai menjadi dangkal. Kondisi berbeda terlihat di Desa Tanjung Aur, Kecamatan Tebo Ulu, yang menjadi lokasi penerima bantuan Sumur JIAT dan mampu mengairi sawah seluas 18,59 hektare. Pertanaman di lokasi tersebut tumbuh dengan baik meskipun berada di tengah kondisi kekeringan.
Hasil monitoring menjadi bahan BRMP Jambi untuk mengidentifikasi kondisi pertanaman dan kebutuhan dukungan di wilayah terdampak, termasuk sebagai bahan tindak lanjut pengusulan bantuan sesuai kondisi lapangan. Keberadaan sumur JIAT di Tanjung Aur juga menunjukkan peran sumber air alternatif dalam menjaga pasokan air bagi pertanaman ketika sumber air permukaan mengalami keterbatasan. Informasi hasil pemantauan lapangan selanjutnya dapat dipadukan dengan informasi iklim dari BMKG untuk mendukung langkah antisipasi terhadap perkembangan musim dan dampaknya terhadap sektor pertanian. (TAS)