Forum Komunikasi Publik di Stasiun Klimatologi, Peningkatan Standar Pelayanan Menjadi Prioritas
MUARO JAMBI – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi menghadiri Forum Konsultasi Publik (FKP) Standar Pelayanan Informasi Iklim Stasiun Klimatologi Jambi Tahun 2026 di Aula Stasiun Klimatologi Jambi, Kecamatan Jambi Luar Kota, Selasa (3/11). Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperoleh masukan dan saran guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. FKP dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Jambi, Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian BRMP Jambi bersama tim, Kepala BPTPH Provinsi Jambi, perwakilan Universitas Jambi, Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi, Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Jambi, serta media online Jamberita. Kegiatan dibuka Kepala Stasiun Klimatologi Jambi, Darmadi, S.T., yang menekankan pentingnya masukan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan standar pelayanan informasi iklim.
Dalam pemaparan profil Stasiun Klimatologi Jambi, Ketua Tim Data BMKG menjelaskan sejumlah produk dan layanan informasi yang tersedia, antara lain buletin yang rutin dikirimkan melalui surat elektronik kepada instansi setiap akhir bulan serta informasi curah hujan yang didukung 169 titik pos hujan di Provinsi Jambi. Data tersebut menjadi salah satu sumber informasi kondisi curah hujan hingga tingkat kecamatan. Stasiun Klimatologi Jambi juga memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan informasi agar lebih mudah diterima dan dipahami masyarakat. Dalam forum tersebut, BRMP Jambi menyampaikan bahwa informasi iklim dan curah hujan sangat dibutuhkan sektor pertanian sehingga pembaruan data perlu menjadi prioritas. BRMP Jambi juga mengusulkan agar Sekolah Lapang Iklim kembali dilaksanakan di tingkat kabupaten dengan cakupan wilayah yang dapat mewakili beberapa daerah, mengingat kegiatan tersebut bermanfaat bagi petani dalam memahami informasi iklim.
Partisipasi BRMP Jambi dalam FKP merupakan bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pelayanan informasi iklim yang dibutuhkan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pertanian. Masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Stasiun Klimatologi Jambi untuk meningkatkan kemutakhiran data, memperluas akses informasi, serta memperkuat edukasi iklim bagi pengguna layanan, khususnya petani. Melalui forum ini, sinergi antara penyedia informasi iklim, pemerintah daerah, lembaga teknis, dan pemangku kepentingan diharapkan semakin kuat sehingga pelayanan yang diberikan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian. (KM)