Dukung Swasembada Bawang Putih Nasional, BRMP Jambi Perkuat Kapasitas Petani Merangin
MERANGIN – Dalam rangka mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional, Direktorat Jenderal Hortikultura melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dan Petugas di Kelompok Tani Sumber Makmur, Desa Sungai Lalang, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Jumat (2/10). Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas petani dan petugas guna mencapai target produktivitas 15–20 ton per hektare serta menghasilkan benih bawang putih bermutu. Bimtek dihadiri PJ Wilayah Provinsi Jambi yang mewakili Dirjen Hortikultura Ginting Tri Pamungkas, S.P., M.Sc., Kepala UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman (BPSBT) Provinsi Jambi Ir. Erlinasari, M.Si., Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merangin Hendriyanto, S.P., Katimker Penyuluhan Kabupaten Merangin Armant, S.P., petugas PBT, Koordinator POPT, penyuluh, serta Kelompok Tani Sumber Makmur.
Sebagai narasumber, PJ Bawang Putih BRMP Jambi Dr. Desi Hernita, S.P., M.P., menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya menjadi faktor utama dalam menghasilkan benih bersertifikat. Ia menekankan tujuh komponen budidaya yang perlu diperhatikan, yaitu pengolahan lahan; pengapuran dan pemupukan dasar; pemasangan mulsa dan pembuatan lubang tanam; persiapan benih dan penanaman; pemeliharaan; panen; serta pascapanen. Benih yang digunakan harus sehat, tidak keropos, dan seragam karena kualitas benih sangat menentukan hasil usaha tani. Desi juga memperkenalkan inovasi teknologi Proliga (Produksi Lipat Ganda) yang dapat meningkatkan produksi hingga 20 ton per hektare dengan memperhatikan kepadatan populasi dan pemupukan, disertai pengamatan berkala terhadap hama dan penyakit. Pada tahap panen dan pascapanen, umbi perlu dibersihkan dan dikeringanginkan beberapa hari sebelum disimpan, sebaiknya dengan cara digantung untuk mempercepat pengeringan dan mencegah busuk umbi, sementara gudang penyimpanan harus steril dan diperiksa secara berkala.
Melalui bimtek ini, petani diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara langsung. Dalam diskusi terungkap bahwa sebagian petani Kelompok Tani Sumber Makmur masih belum memahami budidaya bawang putih unggul, khususnya penggunaan benih, pemupukan, serta pengelolaan umbi di gudang, sehingga belum memperoleh hasil bahkan mengalami kerugian dalam usaha tani. Petani juga mengharapkan pendampingan BRMP Jambi agar target produktivitas 15–20 ton per hektare dapat tercapai. Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Merangin, BRMP Jambi, BPSBT, BPTPH, penyuluh, petani, dan pelaku usaha bawang putih dinilai penting untuk mendukung pencapaian swasembada bawang putih nasional. (DH)