BRMP Jambi Satukan Lintas Sektor, Ekselerasi Swasembada Pangan 2026
KOTA JAMBI – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi menggelar Rapat Koordinasi Pendampingan Swasembada Pangan di Aula Agromodern BRMP Jambi, Rabu (1/7), yang dihadiri jajaran unit kerja Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, BMKG, BPS, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta instansi teknis terkait. Rapat dipimpin Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar, S.Si., M.Si., sebagai forum evaluasi pelaksanaan program sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendukung percepatan swasembada pangan di Provinsi Jambi. Dalam arahannya, Yunimar menegaskan pentingnya optimalisasi aplikasi e-Banper serta percepatan penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang ditargetkan mencapai 6.321 hektare pada 2026.
Rapat juga menghadirkan Direktur Polbangtan Bogor Dr. Ir. Yoyon Haryanto, SST., M.P., yang menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan pendamping lapangan. Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi Saptorini, S.TP., M.Si., mengingatkan pentingnya percepatan pertanaman padi untuk meningkatkan produktivitas, sementara Korem 042/Garuda Putih menyatakan komitmennya mendukung percepatan tanam. Dari sisi teknis, BWS Sumatera VI menyampaikan kesiapan mendukung pengelolaan sumber daya air, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi melaporkan perkembangan program pengembangan kelapa, BMKG memaparkan informasi iklim dan kalender tanam, BPS menyampaikan rencana Sensus Ekonomi 2026, sedangkan BPSPT Jambi memastikan ketersediaan benih padi untuk seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Forum koordinasi juga membahas berbagai kendala di lapangan, termasuk persoalan banjir yang memengaruhi aktivitas pertanian di Kecamatan Betara, yang akan ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan dan pembaruan data oleh instansi terkait. Melalui rapat ini, seluruh pemangku kepentingan menyatakan komitmen memperkuat kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan program swasembada pangan agar berjalan lebih efektif, terintegrasi, tepat sasaran, serta mampu mempercepat peningkatan produksi pertanian di Provinsi Jambi. (MW)