Sungai Penuh Siap Tuntaskan Target LTT Oktober 2025
Kota Sungai Penuh – Semangat swasembada pangan terus dikobarkan oleh seluruh pelaku pembangunan pertanian di Kota Sungai Penuh. Mereka berkomitmen penuh untuk menuntaskan target Luas Tambah Tanam (LTT) bulan Oktober seluas 620 hektar sesuai kesepakatan awal.
Pada pertemuan yang digelar di Kota Sungai Penuh, 23 Oktober 2025, hadir Kepala BRMP Jambi, Firdaus, SP., M.Si., didampingi oleh Dr. Endi Putra, SP., M.Si Katimker LPMP BRMP Jambi sekaligus LO Swasembada Pangan untuk Kota Sungai Penuh. Turut hadir Kadis TPHP Kota Sungai Penuh, Kabid Tanaman Pangan, serta Koordinator Penyuluh Kota Sungai Penuh. Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa capaian LTT merupakan wujud nyata dari komitmen bersama antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan wilayah.
Peningkatan luas tanam ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pendampingan teknis oleh penyuluh di lapangan, penyediaan sarana produksi pertanian, hingga penguatan program pompanisasi dan pengairan. Berbagai upaya tersebut berhasil mengoptimalkan pemanfaatan lahan potensial yang sebelumnya belum tergarap.
Keberhasilan ini juga didukung oleh terealisasinya bantuan 20 unit mesin hydrotiller atau mesin kura-kura untuk Kota Sungai Penuh, yang merupakan salah satu janji Menteri Pertanian saat melakukan kunjungan kerja ke Kerinci beberapa bulan lalu.
Tak hanya itu, pendampingan intensif dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi turut memberikan dorongan besar bagi para petani melalui kegiatan monitoring dan koordinasi rutin. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan peningkatan LTT di daerah tersebut. Per 25 Oktober 2025, capaian LTT telah mencapai 415 hektar atau 69,17 persen dari target, dan berhasil mengubah catatan raport merah menjadi kuning untuk Kota Sungai Penuh pada bulan ini.
Dengan tren positif ini, diharapkan program swasembada pangan dapat segera terwujud, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui kenaikan produktivitas dan pemanfaatan lahan yang lebih optimal.