Sekolah Lapang PM-AAS Jadi Titik Awal, BRMP Jambi Bidik Produktivitas 10 Ton/Ha
TEBO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi mendorong petani di Kabupaten Tebo menerapkan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) melalui Sekolah Lapang di Desa Teluk Kayu Putih, Kecamatan VII Koto, Jumat (7/8). Kegiatan yang dipimpin Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar, S.Si., M.Si., tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan teknologi budidaya padi modern untuk mendukung peningkatan produktivitas dan swasembada pangan.
Sekolah Lapang diikuti petani calon lokasi PM-AAS dari Kecamatan VII Koto, VII Koto Ilir, dan Tebo Ulu bersama penyuluh serta pemerintah daerah. Yunimar menjelaskan bahwa Kabupaten Tebo memiliki calon lokasi PM-AAS seluas 157 hektare, termasuk 7 hektare di Kecamatan VII Koto. Penerapan PM-AAS diarahkan melalui sistem tanam benih langsung (Tabela) menggunakan drum seeder, penyesuaian pemupukan, penggunaan silika, serta pengelolaan air dengan metode Alternate Wetting and Drying (AWD). Dalam praktik lapang, petani juga mencoba langsung penggunaan drum seeder dengan benih padi varietas Inpari 32 dan berdiskusi mengenai pengendalian hama burung dan tikus.
BRMP Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Tebo dan penyuluh selanjutnya akan terus mengawal penerapan PM-AAS di lapangan. Dukungan pemerintah desa melalui pembangunan embung secara swadaya serta potensi kawasan Cetak Sawah Rakyat sekitar 110 hektare di sekitar lokasi sekolah lapang menjadi modal pendukung pengembangan pertanian modern. Antusiasme petani dalam mengikuti praktik diharapkan mempercepat adopsi teknologi PM-AAS dan mendorong peningkatan produktivitas padi di Kabupaten Tebo. (TAS)