Rakor PM-AAS Tanjab Timur Percepat Swasembada, Benih-Pupuk hingga Serapan Diperkuat
TANJUNG JABUNG TIMUR – Percepatan swasembada pangan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur diperkuat melalui Rapat Koordinasi dan Pendampingan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang digelar Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi di Aula Pendopo Rumah Dinas Bupati Tanjung Jabung Timur, Senin (31/8). Kegiatan dihadiri Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar, S.Si., M.Si., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanjung Jabung Timur Nusirwan, S.E., Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sunarno, S.P., M.Si., Kodim 0419/Tanjab, Perum Bulog Kanwil Jambi, Kepala Kantor Cabang Bulog Kuala Tungkal, PT Pupuk Indonesia, Kantor Pertanahan, serta jajaran penyuluh dan pihak terkait lainnya. Dari BRMP Jambi turut hadir Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian sekaligus PJ Swasembada Pangan Tanjung Jabung Timur Kamalia Muliyanti, S.TP., M.Sc., LO dan sekretaris, penyuluh pendamping, serta tim.
Rakor menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk memastikan PM-AAS berjalan dari hulu hingga hilir, mulai kesiapan lahan, benih, pupuk, teknologi dan alsintan, pendampingan budidaya, peningkatan produktivitas hingga kepastian penyerapan hasil produksi petani. PM-AAS Tanjung Jabung Timur menargetkan 3.559 hektare pada 2026 dengan kebutuhan benih 249.130 kilogram, yang pelaksanaannya tersebar pada Agustus 55 hektare, September 1.305 hektare, dan Oktober 2.199 hektare. Direktur Wilayah BRMP Jambi menegaskan setiap target harus memiliki lokasi, petani, jadwal tanam, dan dukungan sarana produksi yang jelas serta dikawal berdasarkan data. BRMP Jambi juga siap memfasilitasi bimbingan teknis e-Banper dan peningkatan kapasitas penyuluh, sementara dalam diskusi dibahas sejumlah kendala, antara lain kesiapan irigasi, pemanfaatan alsintan, ketersediaan benih dan pupuk, serta perlindungan lahan pangan melalui LP2B. Data daerah mencatat produksi beras Tanjung Jabung Timur pada 2025 mencapai 22.608 ton dengan kebutuhan 22.406 ton atau surplus 202 ton.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Nusirwan mengapresiasi pendampingan BRMP Jambi dan menegaskan komitmen pemerintah daerah mendukung PM-AAS pada setiap tahapannya, termasuk proses verifikasi CPCL. Konsolidasi lintas sektor juga menyoroti pentingnya kepastian pupuk dan pasar; PT Pupuk Indonesia mendorong penyempurnaan data e-RDKK dan koordinasi kebutuhan tambahan kuota pupuk, sedangkan Perum Bulog menekankan peningkatan penyerapan hasil petani. Dengan target LTT Tanjung Jabung Timur 2026 sebesar 4.081 hektare dan realisasi Januari–Juli mencapai 3.996 hektare, sinergi BRMP Jambi, pemerintah daerah, TNI, penyuluh, petani, Pupuk Indonesia, Bulog, BPS, Kantor Pertanahan, dan pemangku kepentingan lainnya diarahkan untuk memastikan target tanam dan produksi tercapai sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. (NSH, PS)