Kota Jambi Perkuat Sinergi PM-AAS, Optimalkan Lahan untuk Ketahanan Pangan
KOTA JAMBI — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi bersama Pemerintah Kota Jambi memperkuat sinergi penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) melalui rapat koordinasi di Aula Bapperida Kota Jambi, Senin (7/9). Kegiatan dibuka Wali Kota Jambi Dr. dr. Maulana, M.K.M., dan dihadiri Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar, S.Si., M.Si., Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, S.E., Wakil Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jambi Prof. Dr. Mursalin, S.TP., M.Si., Kepala DPKP Kota Jambi Evridal Asri, S.Pi., M.E., Kasi Pelaksanaan BWS Sumatera VI Jambi Ir. Dery Herwandy, S.T., M.T., serta unsur TNI, Staklim, BPS, Bulog, Pupuk Indonesia, camat, penyuluh, POPT, kelompok tani dan pemangku kepentingan terkait.
Yunimar mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Jambi dan DPRD dalam pelaksanaan PM-AAS yang mendapat alokasi 4 hektare meskipun Kota Jambi memiliki keterbatasan lahan pertanian. Menurutnya, keterbatasan tersebut justru membutuhkan pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia dan meningkatkan produktivitas. Sementara itu, Maulana menilai PM-AAS menjadi langkah transformasi menuju pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan kota. Dalam rakor tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis berupa drum seeder, alternate wetting and drying (AWD), satu unit traktor roda empat, 30 unit perahu, sembilan chest freezer, serta bantuan ternak bagi kelompok tani dan kelompok nelayan.
Rakor dilanjutkan dengan pemaparan Yunimar mengenai PM-AAS dan LTT Kota Jambi, Dery Herwandy terkait dukungan swasembada pangan BWS Sumatera VI melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025, Evridal Asri mengenai “Semai Agrobiopori Solusi untuk Ketahanan Pangan Berwawasan Lingkungan”, serta Fuad Nurdiansyah mengenai “Metaagroecosystem Platform Pertanian Menuju Agroindustri”. Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, akademisi, TNI, dunia usaha, penyuluh, dan petani tersebut diharapkan memperkuat pemanfaatan teknologi serta optimalisasi sumber daya untuk meningkatkan produktivitas dan mewujudkan ketahanan pangan Kota Jambi secara berkelanjutan. (FN)