Kementan Kawal Rehabilitasi Lahan Pertanian Pascabencana di Sumatera Barat
JAKARTA – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat mempercepat rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat melalui pengawalan program, koordinasi lintas sektor, dan pendampingan teknis. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, total lahan sawah terdampak mencapai 6.451 hektare yang tersebar di 14 kabupaten/kota, dengan penanganan dilakukan bertahap terutama pada lahan rusak ringan dan sedang agar petani dapat segera kembali berproduksi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa rehabilitasi sektor pertanian pascabencana merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu petani bangkit, dengan dukungan pembiayaan rehabilitasi lahan, perbaikan irigasi, benih, pengolahan tanah, dan sarana produksi. Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Fadjry Djufry menyampaikan bahwa BRMP daerah bertugas memastikan proses rehabilitasi berjalan cepat, tepat sasaran, serta berbasis penerapan teknologi pertanian spesifik lokasi, mulai dari identifikasi lahan, pengambilan sampel tanah, penataan drainase dan irigasi, hingga pendampingan budidaya kepada petani.
Hingga saat ini, sekitar 2.100 hektare lahan di Sumatera Barat telah memasuki tahap pertanaman kembali, sementara rehabilitasi telah masuk tahap konstruksi pada lahan seluas 3.049,89 hektare yang tersebar di 11 kabupaten/kota. BRMP Sumatera Barat juga mengawal penyaluran bantuan berupa benih, pupuk, alat dan mesin pertanian, sarana produksi, serta penyusunan CPCL agar tepat sasaran. Melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, perguruan tinggi, TNI, dan kelompok tani, rehabilitasi lahan pertanian diharapkan mampu memulihkan produktivitas sawah masyarakat serta menjaga ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.