Ekspose SID Cetak Sawah 2025: Kementan dan Pemprov Jambi Satukan Langkah Wujudkan Swasembada Pangan
KOTA JAMBI - Komitmen mewujudkan kedaulatan pangan terus diperkuat melalui perluasan lahan pertanian strategis. Bertempat di Aula Bidang PSP Dinas TPHP Provinsi Jambi, Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian (BBPMSDLP) Kementerian Pertanian RI menggelar Ekspose Laporan Pendahuluan Survei Investigasi Desain (SID) Cetak Sawah Rakyat Tahun Anggaran 2025. Selasa (2/9).
Kegiatan ini menjadi titik awal penting dalam proses perencanaan teknis cetak sawah sebagai bagian dari upaya menciptakan lumbung pangan baru di Provinsi Jambi.
Forum ini menjadi ajang konsolidasi lintas sektor untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan peran, serta membangun sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Hadir secara langsung maupun daring berbagai pemangku kepentingan strategis, di antaranya Pj. Swasembada Pangan Provinsi Jambi, Ir. Yuris Tiyanto, M.M., Kepala BRMP Jambi yang diwakili Kasubag TU, Hery Nugroho, SP.,MP, serta perwakilan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera VI, Dinas PUPR, Dinas Kehutanan, Kanwil ATR/BPN, Bappeda, Bapeltan, Dinas Lingkungan Hidup, dan UPTD BPSDMP DTPHP Provinsi Jambi.
Dalam pemaparannya, Tim SID BBPMSDLP menekankan bahwa penyusunan survei ini tidak hanya bersifat teknokratis, tetapi juga visioner. Studi ini menjadi fondasi penting untuk memastikan kesesuaian lahan dengan tata ruang, ketersediaan sumber daya air, legalitas status tanah, serta keberlanjutan lingkungan. "Cetak sawah bukan sekadar membuka lahan, melainkan menghadirkan solusi jangka panjang untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan petani," tegas tim teknis BBPMSDLP.
Hery Nugroho dari BRMP Jambi menyampaikan yang perlu dilakukan segera adalah mengakselerasi proses SID sehingga akhir September bisa selesai desain cetak sawah seluas 2.500 ha dan segera dilakukan koordinasi di tingkat provinsi dengan kabupaten membuat CPCL tambahan kekurangan sebanyak 2.600 ha (karena Target CSR di Provinsi Jambi seluas 5.100 ha).
Forum ini juga menyoroti pentingnya integrasi lintas sektor dalam pelaksanaan cetak sawah, mulai dari aspek hidrologi, agronomi, hukum agraria, hingga sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Dengan pendekatan holistik ini, cetak sawah di Jambi diharapkan tidak hanya berhasil dari sisi teknis, tetapi juga memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi petani dan ekosistem sekitar.
Diharapkan melalui kegiatan ini, langkah-langkah implementasi program cetak sawah 2025 dapat dilakukan secara terstruktur, inklusif, dan partisipatif.
Jambi pun bersiap menapaki babak baru sebagai salah satu pusat produksi pangan strategis di Indonesia.