Dukungan Pupuk Bersubsidi untuk Swasembada Bawang Putih Nasional
KOTA JAMBI – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi mengikuti webinar Dukungan Pupuk Bersubsidi untuk Percepatan Swasembada Bawang Putih yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani bersama PT Pupuk Indonesia di Jakarta, Rabu (16/9). Webinar yang diikuti lebih dari 500 peserta dari kalangan akademisi, peneliti, penyuluh, petani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan bawang putih tersebut dihadiri Direktur Wilayah BRMP Jambi Dr. Yunimar, S.Si., M.Si. dan Penanggung Jawab Bawang Putih Dr. Desi Hernita, S.P., M.P. Kegiatan menghadirkan Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Agung Sunusi, Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Hortikultura BRMP Inti Pertiwi Nashwari, VP Pengelolaan Pelanggan PT Pupuk Indonesia Robin Radhian Lee, serta Wakil Ketua Asosiasi Bawang Putih Indonesia Mochamad Toha.
Dalam webinar dibahas peluang dan tantangan pengembangan bawang putih nasional. Indonesia pernah mencapai produksi 152.421 ton pada 1995, namun produksinya terus menurun hingga pada 2024 kebutuhan impor mencapai 555.886 ton. Pemerintah kini mendorong pengembangan bawang putih dalam negeri dengan memanfaatkan potensi lahan yang mencapai 1,52 juta hektare dan menetapkan kawasan pengembangan 5.000 hektare. Strategi yang disiapkan mencakup peningkatan produktivitas dan kualitas umbi, penguatan perbenihan, pengembangan varietas adaptif perubahan iklim, teknologi perbenihan cepat dan massal, hingga penerapan budidaya modern. BRMP Hortikultura pada 2026 mengembangkan produksi benih sumber seluas 177 hektare, termasuk 5 hektare di Jambi, dengan target produksi 593 ton benih sumber serta penyusunan standar budidaya yang diarahkan mencapai produktivitas hingga 20 ton per hektare melalui teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga).
Dari sisi pemupukan, PT Pupuk Indonesia menekankan pentingnya dukungan pupuk bersubsidi dalam peningkatan produktivitas bawang putih yang disebut berkontribusi sekitar 25 persen. Optimalisasi pupuk subsidi perlu memperhatikan prinsip lima tepat, yaitu tepat sasaran, tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara. Penguatan perbenihan, teknologi budidaya, pemupukan, akses pasar, dan kemitraan menjadi bagian dari upaya membangun daya saing bawang putih nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor. Informasi dan strategi yang dibahas menjadi masukan bagi BRMP Jambi dalam mendukung pengembangan bawang putih sesuai potensi dan kondisi spesifik lokasi. (DH)