Data Akurat, Pertanian Makin Kuat! BRMP Jambi Perkuat Koordinasi Penyuluh Pertanian di Merangin
SUNGAI MANAU – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi memperkuat koordinasi dan konsolidasi data bersama koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan penyuluh dari BPP Sungai Manau, BPP Pangkalan Jambu, serta BPP Renah Pembarap di BPP Sungai Manau, Rabu (28/10). Kegiatan diikuti LO Kabupaten Merangin, Mildaerizanti, S.P., M.Sc., bersama Sekretaris Andi, S.P., Katimker Kabupaten Merangin, Armanto, S.P., dan tim kerja. Pertemuan membahas pemutakhiran data kelompok tani, LIP dan Optimalisasi Lahan (Oplah), Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS), hortikultura, perkebunan, Luas Tambah Tanam (LTT), sarana dan prasarana BPP, e-Banper, serta Kerangka Sampel Area (KSA). Data yang akurat, mutakhir, dan sesuai kondisi faktual dinilai penting untuk mendukung perencanaan, evaluasi capaian program, penentuan prioritas, serta pengusulan bantuan pertanian agar tepat sasaran.
Dalam pembahasan, Armanto mendorong penyuluh mengoptimalkan pelaksanaan PM-AAS dengan memperhatikan kesiapan lahan, waktu tanam, dan dinamika cuaca. Ia juga menekankan kelengkapan dokumen kelompok tani, pemantauan distribusi pupuk bersubsidi, pembaruan data secara berkala, serta pendampingan pemanfaatan benih cabai dari dinas untuk mendukung produksi hortikultura dan stabilitas pasokan daerah. Mildaerizanti mengingatkan bahwa validitas data harus disertai bukti dukung dan kesesuaian dengan kondisi nyata di lapangan. Sementara itu, Andi menekankan optimalisasi e-Banper melalui pemantauan penginputan dan tindak lanjut oleh koordinator BPP maupun Katimker agar kendala teknis dan administratif segera diselesaikan. Diskusi juga mengungkap sejumlah tantangan, antara lain kekeringan pada lahan PM-AAS, kebutuhan pupuk, beban administrasi dan banyaknya tautan penginputan data, serta perlunya penguatan sumber daya manusia dan penataan arsip digital.
Melalui koordinasi ini, BRMP Jambi bersama Tim Kerja Kabupaten Merangin mendorong penguatan validasi data, ketertiban administrasi, optimalisasi sistem digital, dan percepatan tindak lanjut program pertanian. Pengembangan demplot atau lahan percontohan juga menjadi perhatian sebagai sarana pembelajaran langsung bagi petani dalam menerapkan teknologi dan praktik budidaya sesuai kondisi setempat. Sinergi antara LO, Katimker, koordinator BPP, dan penyuluh diharapkan dapat membantu menyelesaikan kendala di lapangan, meningkatkan efektivitas pendampingan, serta memastikan program dan bantuan pertanian sesuai kebutuhan petani. Data yang valid dan koordinasi yang solid menjadi landasan penting dalam mendukung peningkatan produksi dan swasembada pangan berkelanjutan. (ASP)