BRMP Jambi Percepat PM-AAS, LTT, dan CPCL Demi Swasembada Pangan di Kota Sungai Penuh
KOTA SUNGAI PENUH – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi menggelar koordinasi percepatan Luas Tambah Tanam (LTT), verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), serta implementasi Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) skala luas di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pondok Tinggi, Jumat (3/7/2026). Kegiatan dipimpin Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar, S.Si., M.Si., didampingi Penanggung Jawab Swasembada Kota Sungai Penuh Desy Nofriati, S.P., M.Si., Liaison Officer (LO) Kota Sungai Penuh Eva Salvia, S.P., Sekretaris LO Jujur E.P. Damanik, S.P., Penyuluh Pendamping Maliansyah, S.P., Ketua Tim Kerja Penyuluh Kota Sungai Penuh, koordinator BPP, serta penyuluh pertanian se-Kota Sungai Penuh. Pertemuan menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan langkah tindak lanjut berbagai kendala pelaksanaan program Kementerian Pertanian di lapangan.
Dalam arahannya, Yunimar mengapresiasi capaian LTT Kota Sungai Penuh yang dinilai memuaskan serta menegaskan pentingnya peran penyuluh dalam memastikan bantuan pemerintah dimanfaatkan secara tepat sasaran dan optimal. Ia juga menjelaskan Kota Sungai Penuh memiliki target implementasi PM-AAS seluas 697 hektare dengan dukungan 40 penyuluh pertanian, sehingga diperlukan identifikasi lokasi yang sesuai sebagai dasar pelaksanaan program. Selain itu, seluruh kelompok tani dan Brigade Pangan penerima bantuan pemerintah pada tahun sebelumnya akan menjadi prioritas penerapan PM-AAS. Pada kesempatan yang sama, Desy Nofriati menekankan pentingnya komunikasi intensif antara penyuluh dan BRMP Jambi dalam menyampaikan berbagai kendala sebagai dasar penyusunan langkah tindak lanjut dan evaluasi program.
Koordinasi juga membahas pengembangan varietas unggul lokal Kusut Putih dan Kusut Kuning yang hingga kini belum didukung ketersediaan benih bersertifikat, sehingga diperlukan koordinasi dengan BPSB dan DTPHP Kota Sungai Penuh untuk memperkuat sistem perbenihan daerah. Dalam diskusi turut disampaikan bahwa telah dibentuk koordinator kegiatan LTT, PM-AAS, dan CPCL di tingkat Kota Sungai Penuh agar setiap program dapat direncanakan, dikawal, dan dimonitor secara lebih efektif, dengan dukungan aktif petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). BRMP Jambi berharap sinergi yang semakin kuat antara penyuluh, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan mampu mempercepat implementasi PM-AAS, memperkuat swasembada pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kota Sungai Penuh. (JEPD)