Mentan Targetkan 1 Juta Hektare Pertanian Modern hingga Akhir 2026
JAKARTA – Direktur Wilayah Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi, Yunimar, S.Si., M.Si., menghadiri Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kamis (9/7). Rapat diikuti jajaran unit kerja dan UPT Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, BUMN, dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota, penyuluh pertanian lapangan, serta pemerintah daerah untuk mempercepat implementasi pertanian modern di seluruh Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan PM-AAS menjadi strategi utama Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui penerapan budidaya modern berbasis teknologi. Hasil uji coba selama dua tahun di lahan sekitar 1.600 hektare menunjukkan produktivitas mencapai 9–12 ton gabah per hektare, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 5,5 ton per hektare. Selain meningkatkan hasil panen, PM-AAS juga mampu meningkatkan keuntungan usaha tani melalui penerapan pola tanam yang meningkatkan populasi tanaman hingga mendekati satu juta batang per hektare, dipadukan dengan sistem tanam langsung (direct seeding) yang lebih efisien.
Mentan menargetkan penerapan PM-AAS mencapai 1 juta hektare hingga akhir 2026, dengan fokus awal pada sekitar 4,9 juta hektare sawah beririgasi berpotensi tinggi. Untuk mendukung target tersebut, penyuluh pertanian lapangan akan menjadi ujung tombak pendampingan dengan cakupan 100 hektare per penyuluh di Pulau Jawa dan 50 hektare di luar Pulau Jawa. Pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen bersama mengawal percepatan implementasi PM-AAS guna mendukung swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. (ASP)