BRMP Jambi Pacu PM-AAS Tebo, Penyuluh dan Petani Diperkuat dengan Pelatihan
TEBO — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi memperkuat kapasitas penyuluh dan petani dalam penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Petani Kabupaten Tebo Tahun 2026 di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tebo, Kamis (20/8). Kegiatan ini menjadi tindak lanjut Rapat Koordinasi PM-AAS sebelumnya sekaligus bagian dari pengawalan terhadap calon lokasi PM-AAS seluas 157 hektare di Kabupaten Tebo. BRMP Jambi diwakili Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Tebo Dr. Endi Putra, S.P., M.Si., sebagai narasumber, dan kegiatan diikuti unsur pemerintah daerah, koordinator BPP, penyuluh pertanian, serta ketua kelompok tani calon lokasi PM-AAS.
Dalam pemaparannya, Endi Putra menjelaskan konsep PM-AAS, enam prinsip utama penerapannya, serta tahapan teknis budidaya padi modern, mulai dari kebutuhan sarana produksi, persiapan lahan, perlakuan benih, sistem tanam benih langsung (Tabela) menggunakan drum seeder, pengelolaan air dengan metode Alternate Wetting and Drying (AWD), pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), pencegahan rebah, hingga teknik dan fase panen. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai kebutuhan benih sekitar 70 kilogram per hektare, pemupukan dan dolomit, serta perbedaan biaya penerapan PM-AAS dengan sistem tanam pindah konvensional. Pelatihan berlangsung interaktif dengan peserta aktif membahas perlakuan benih dan berbagai aspek teknis penerapan PM-AAS di lapangan.
Penguatan kapasitas tersebut diharapkan mempercepat kesiapan penyuluh dan petani dalam menerapkan PM-AAS secara tepat sesuai kondisi lapangan. BRMP Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Tebo akan terus memperkuat pendampingan agar teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara konsisten, meningkatkan efisiensi usaha tani dan produktivitas padi, serta mendukung percepatan swasembada pangan di Kabupaten Tebo. (TAS)