Tenaga Ahli Menteri Pertanian Tinjau Cetak Sawah di Batanghari untuk Dorong Swasembada Pangan
BATANG HARI — Dalam rangka mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Ir. Nandang Sudrajat, MM, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi (11/11). Kunjungan tersebut difokuskan pada peninjauan program cetak sawah dan optimalisasi sistem irigasi pertanian. Rombongan diterima oleh Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Batanghari, Farizal, SH, MH, bersama sejumlah pejabat lintas sektor termasuk BRMP Jambi, Polbangtan Bogor, dan Dinas PU Pengairan.
Dalam peninjauan lapangan di Kelurahan Pasar Baru, Nandang melihat progres cetak sawah seluas 114 hektar dari total 787 hektar hasil Survey Investigasi dan Desain (SID). Ia menekankan pentingnya pemanfaatan Sistem Informasi Pengelolaan Irigasi (SIPURI) untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan air. “Kunci keberhasilan peningkatan indeks pertanaman adalah manajemen irigasi yang tepat sasaran,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa percepatan program cetak sawah dan rehabilitasi jaringan irigasi sangat krusial dalam meningkatkan produksi padi dan luas tanam di Batanghari.
Berdasarkan data Dinas PU Pengairan Batanghari, dari 40 daerah irigasi (DI) yang ada, sebanyak 34 DI telah direhabilitasi dan sisanya sedang dalam proses perbaikan. Nandang turut menyoroti pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2025 yang memberi kewenangan lebih besar kepada pemerintah daerah dalam pengelolaan irigasi. Ia mendorong Pemkab Batanghari segera mengusulkan kebutuhan infrastruktur pertanian agar dapat difasilitasi pada anggaran 2026–2027. “Batanghari punya potensi besar menjadi lumbung pangan Jambi. Kita harus maksimalkan semua fasilitas irigasi untuk mengejar target Luas Tambah Tanam dan peningkatan Indeks Pertanaman,” tegasnya.
Kepala Dinas Pertanian Batanghari, Rizal, menyampaikan bahwa produktivitas padi di wilayahnya saat ini mencapai 5,51 ton per hektar dan diyakini akan meningkat berkat dukungan program cetak sawah dan rehabilitasi irigasi. Kehadiran BRMP Jambi yang diwakili Jainal Hutagaol, SP, turut memperkuat koordinasi teknis di lapangan. Menutup kunjungan, Nandang mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat. “Kita tidak boleh menunggu. Semua peluang harus dimanfaatkan agar Batanghari dapat menjadi daerah surplus beras dan berkontribusi nyata menuju swasembada pangan nasional,” pungkasnya.