Saat Tanah Tebo Dipercaya, Monev Perkuat Asa Pengembangan Kacang Tanah
TEBO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi bersama Direktorat Aneka Kacang dan Umbi melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Pengembangan Kawasan Kacang Tanah Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Rimbo Ilir, Rimbo Bujang, dan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo, Kamis (23/7). Kegiatan dipimpin Kapoksi Aneka Kacang Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, Catur Setiawan, S.TP., M.P., bersama Kapoksi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian BRMP Jambi sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Tebo, Dr. Endi Putra, S.P., M.Si., didampingi Sekretaris LO Kabupaten Tebo, Theresia Aprila Sareng, S.P., serta Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHKP Kabupaten Tebo, Andi Afriansyah Yusra, S.P. Monitoring dilakukan pada enam kelompok tani penerima manfaat untuk memastikan penyaluran benih, kesiapan budidaya, serta perkembangan pelaksanaan program di lapangan.
Kabupaten Tebo menjadi satu-satunya daerah di luar Pulau Jawa yang memperoleh alokasi Program Pengembangan Kawasan Kacang Tanah Tahun Anggaran 2026 dari Direktorat Aneka Kacang dan Umbi dengan luas 60 hektare dan bantuan benih sebanyak 6.900 kilogram. Hasil monitoring menunjukkan seluruh benih telah disalurkan kepada enam kelompok tani, sementara sebagian lahan telah ditanami dan sebagian lainnya dijadwalkan mulai tanam pada awal September menyesuaikan kondisi curah hujan. Tim juga mengevaluasi berbagai aspek teknis, mulai dari kondisi lahan, mutu dan label benih, waktu penyaluran, pemupukan, hingga kesiapan petani. Dalam kesempatan tersebut, Catur Setiawan menjelaskan kebutuhan kacang tanah nasional mencapai sekitar 650 ribu ton per tahun, sedangkan produksi dalam negeri baru sekitar 300 ribu ton sehingga masih bergantung pada impor. Karena itu, Direktorat Aneka Kacang dan Umbi mendorong Kabupaten Tebo memperluas pengembangan kawasan hingga 1.000–5.000 hektare pada tahun mendatang untuk memperkuat produksi nasional.
Melalui monitoring dan evaluasi ini, BRMP Jambi bersama Direktorat Aneka Kacang dan Umbi menegaskan komitmennya mengawal setiap tahapan pengembangan kawasan kacang tanah di Kabupaten Tebo. Sinergi dengan Dinas TPHKP Kabupaten Tebo, penyuluh pertanian, dan kelompok tani diharapkan mampu menjadikan Tebo sebagai sentra produksi sekaligus penyedia benih kacang tanah bermutu yang mendukung ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor. (TAS)