Produktivitas 10,2 Ton, PM-AAS Rawa Medang Jadi Magnet Studi Tiru Batang Hari
TANJUNG JABUNG BARAT – Desa Rawa Medang, Kecamatan Batang Asam, menjadi lokus studi tiru penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) bagi 65 peserta yang terdiri atas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan petani dari Kabupaten Batang Hari, Rabu (29/7). Lokasi ini dipilih setelah demplot PM-AAS seluas 2 hektare sebelumnya mencatat hasil ubinan 10,2 ton per hektare menggunakan varietas Inpari 32. Kunjungan diterima Koordinator Wilayah PPL Kecamatan Batang Asam Hariyanto Hasibuan, S.P., didampingi LO BRMP Jambi Suci Primilestari, S.P., M.Si., dan Pendamping CWS Dedi Damhudi, S.P., M.Si., dengan peserta berasal dari Kecamatan Muara Bulian, Maro Sebo, Tembesi, Pemayung, Batin XXIV, Mersam, dan Bajubang.
Dalam sesi diskusi, peserta memperoleh penjelasan mengenai penerapan PM-AAS di Rawa Medang yang menargetkan 100 hektare dengan varietas Inpari 42. Gerakan tanam massal yang dimulai 10 Juni 2026 tersebut telah mencapai progres fisik 91 hektare. Koordinator PPL Batang Asam menekankan pentingnya kedisiplinan menerapkan teknik budidaya sesuai petunjuk teknis, sementara Kepala Bidang Tanaman Pangan Kabupaten Batang Hari Roma Uliana, S.P., didampingi Ketua Tim Kerja Penyuluh Ir. Irfan Adesra, S.Pt., M.Pt., menyatakan komitmen mengadopsi teknologi PM-AAS meski wilayah Batang Hari memiliki tantangan berupa dominasi sawah tadah hujan. Peserta kemudian melihat langsung penanaman menggunakan drum seeder serta keragaan pertanaman PM-AAS berumur sekitar 20 hari.
Usai studi tiru, tim BRMP Jambi melakukan monitoring lanjutan pada hamparan PM-AAS seluas 100 hektare yang berumur 20–40 hari setelah tanam (HST). Secara umum pertumbuhan tanaman berlangsung baik, tetapi Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) menemukan penyakit bercak cokelat pada 0,5 hektare dengan intensitas serangan 33 persen yang telah ditindaklanjuti melalui penyemprotan fungisida secara selektif dan peningkatan pengamatan rutin. Tim juga meninjau penerapan PM-AAS swadaya seluas 20 hektare di Kelompok Tani Karya Makmur 1, Desa Sri Agung, serta lokasi CSR di Desa Sri Agung yang progres fisiknya mencapai sekitar 80 persen. Pada lokasi CSR, masih diperlukan optimalisasi jaringan agar aliran air lancar dan pembersihan lahan agar area segera fungsional dan dapat digunakan petani. (SP)