PM-AAS Bungo Diperkuat, Tanam 25 Hektare dan Panen Oplah Jadi Momentum Tingkatkan Produktivitas
BUNGO — Penguatan pertanian modern di Kabupaten Bungo terus dipacu untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung ketahanan pangan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui Gerakan Tanam Padi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) seluas 25 hektare, panen padi Optimasi Lahan (Oplah) 2025 seluas 20 hektare, serta Sekolah Lapang PM-AAS di lahan Gapoktan Serba Guna, Desa Bukit Sari dan Desa Kuamang, Kecamatan Jujuhan Ilir, Jumat (4/9). Kegiatan dihadiri Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar, S.Si., M.Si., LO Kabupaten Bungo Kiki Suheiti, S.TP., M.Eng., Penyuluh Pendamping Yudhiawaty, S.P., perwakilan Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian Lindung Sianturi, S.P., M.P., serta unsur pemerintah daerah, penyuluh, TNI-Polri, pemerintah desa dan petani.
Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar mengatakan penerapan PM-AAS oleh Gapoktan Serba Guna secara umum telah berjalan hampir sesuai petunjuk teknis. Menurutnya, penerapan pertanian modern perlu terus diperluas agar peningkatan produktivitas lahan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani. Penguatan PM-AAS di Jujuhan Ilir mencakup sekitar 603 hektare dengan Indeks Pertanaman (IP) 300, yang menunjukkan potensi besar wilayah tersebut dalam mendukung peningkatan produksi pangan. Melalui Sekolah Lapang, petani juga diperkuat pengetahuan dan keterampilannya dalam menerapkan teknologi pertanian modern, sementara penyuluh terus mengawal kebutuhan dan usulan petani.
Lindung Sianturi menegaskan petani merupakan ujung tombak dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelaksanaan tanam atau penyampaian materi, tetapi dari kemampuan petani mengadopsi teknologi dan menerapkannya secara nyata di lahan. Sinergi pemerintah, penyuluh dan petani melalui PM-AAS diharapkan mempercepat transformasi pertanian modern sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Bungo. (RKW)