Perbenihan Jagung BRMP Jambi Masuki Fase Generatif, Target 3 Ton Benih SS per Hektar Kian Dekat
MERANGIN – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi terus mengawal produksi benih sumber jagung di Desa Badak Tekurung, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin. Pertanaman jagung varietas Jakarin 1 kelas FS (Benih Dasar) yang dikembangkan pada lahan seluas 3 hektare milik kelompok tani kini telah memasuki fase generatif, yaitu tahapan penting yang menentukan pembentukan tongkol dan kualitas benih. Penanggung Jawab Kegiatan Produksi Benih Sumber Jagung BRMP Jambi, Mildaerizanti, S.P., M.Sc., bersama tim melakukan monitoring dan pendampingan perkembangan pertanaman, Selasa (28/7), untuk memastikan seluruh tahapan budidaya berjalan sesuai standar. Jika perkembangan tanaman tetap optimal, benih jagung diperkirakan siap dipanen sekitar 40 hari mendatang.
Hasil monitoring menunjukkan tanaman berumur sekitar 60 hari setelah tanam (HST) tumbuh sehat, seragam, dan berkembang sesuai target. Dalam kesempatan tersebut, Mildaerizanti mengarahkan petani agar terus mengoptimalkan pemeliharaan tanaman hingga masa panen karena fase generatif menjadi periode yang sangat menentukan keberhasilan produksi benih. Petani juga diminta segera melaporkan setiap kendala di lapangan agar dapat ditangani secara cepat dan tepat. Sementara itu, petani menyampaikan bahwa gangguan hama babi hutan sempat terjadi, namun berhasil diantisipasi melalui pemasangan pagar jaring di sekeliling lahan sehingga pertanaman tetap terlindungi.
Berdasarkan hasil evaluasi, kondisi pertanaman secara keseluruhan dinilai baik dan memberikan optimisme terhadap pencapaian target produksi. Kegiatan produksi benih sumber jagung ini menargetkan hasil 3 ton benih Pokok (SS) per hektare. Dengan performa tanaman yang terus menunjukkan perkembangan positif, BRMP Jambi optimistis target tersebut dapat tercapai sehingga mampu mendukung penyediaan benih jagung unggul, memperkuat kemandirian perbenihan nasional, serta mendukung percepatan modernisasi pertanian dan terwujudnya swasembada pangan. (ASP)