Kementan Perkuat Pengawalan Program dan Bantuan Pertanian Melalui BRMP di 38 Provinsi
JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengawalan program dan bantuan pertanian melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) yang menjalankan fungsi koordinasi wilayah di 38 provinsi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan tepat sasaran, meningkatkan produksi, serta mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Melalui jaringan BRMP di daerah, pengawalan dilakukan melalui pendampingan program, verifikasi dan validasi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL), percepatan tanam, penerapan modernisasi pertanian, hilirisasi, hingga monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Penguatan peran tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 02 Tahun 2026 yang mengatur bahwa pengusulan CPCL bantuan pemerintah dilakukan melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian bersama penyuluh pertanian dan/atau dinas yang membidangi pertanian. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan keberhasilan pembangunan pertanian nasional membutuhkan pengawalan yang kuat hingga tingkat daerah. Menurutnya, seluruh jajaran Kementerian Pertanian harus bergerak dalam satu komando untuk memastikan program pemerintah benar-benar terlaksana di lapangan melalui penguatan pendampingan, percepatan koordinasi daerah, dan pengawasan implementasi program. Di berbagai wilayah, BRMP Provinsi telah memperkuat pengawalan program strategis melalui verifikasi dan validasi CPCL bantuan pemerintah, koordinasi pengusulan program, hingga pendampingan pelaksanaan kegiatan prioritas nasional.
Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menyampaikan bahwa BRMP memiliki komitmen penuh dalam mendukung seluruh program utama Kementerian Pertanian melalui penguatan peran unit kerja di daerah. Menurutnya, keberadaan BRMP Provinsi menjadi ujung tombak dalam memastikan program strategis kementerian berjalan optimal hingga tingkat lapangan. BRMP juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas pertanian, penyuluh, perguruan tinggi, dan kelompok tani agar pelaksanaan program di setiap wilayah selaras dengan target nasional. Dengan dukungan jaringan kerja BRMP di seluruh provinsi, Kementerian Pertanian optimistis pelaksanaan program prioritas nasional dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran bagi petani di berbagai daerah.