Hari Kedua Workshop, BRMP Jambi Perkuat Validasi Data Program Strategis Kementan
KOTA JAMBI – Memasuki hari kedua, Workshop Penyuluh Kegiatan Koordinasi Pendampingan Program Strategis Kementerian Pertanian di Provinsi Jambi berlanjut di Kantor BRMP Jambi, Selasa (22/9). Kegiatan dihadiri Direktur Wilayah BRMP Jambi Dr. Yunimar, S.Si., M.Si., bersama Penanggung Jawab Kabupaten, LO, Sekretaris LO, CWS Provinsi Jambi, koordinator penyuluh, katimker, timker, koordinator BPP, serta penyuluh dari kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Yunimar membuka kegiatan sekaligus menekankan pentingnya kelengkapan dan ketepatan data sebagai dasar pengawalan program strategis Kementerian Pertanian.
Pembahasan difokuskan pada pengisian dan penyelarasan master data program strategis Kementan untuk masing-masing kabupaten/kota. Template master data menjadi acuan bersama yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah, termasuk penambahan data alat dan mesin pertanian (alsintan). Setelah pengisian, setiap kabupaten/kota melakukan presentasi dan diskusi internal bersama BRMP Jambi untuk mengidentifikasi perbedaan data, terutama terkait luas lahan riil, komoditas, status lahan, RDKK, Simluhtan, dan LBS. Sebagai tindak lanjut, masing-masing kabupaten/kota akan melakukan roadshow ke BPP untuk menelusuri dan menyelaraskan data. Perubahan data LBS harus didukung eviden berupa foto, titik koordinat, dan justifikasi, sementara data alih fungsi lahan, CSR, padi gogo, padi ladang, dan padi swadaya juga akan diverifikasi kembali sebelum penyelarasan diselesaikan sesuai batas waktu yang disepakati.
Selain diskusi data, kegiatan berlangsung interaktif dan kooperatif. Di sela workshop, BRMP Jambi mengundang Katimker Penyuluh dari masing-masing kabupaten/kota untuk mengisi Podcast Becakap BRMP Jambi. Podcast tersebut membahas pertanian modern, pemanfaatan PM-AAS, inovasi teknologi pertanian, serta peran penyuluh dalam mendukung kemajuan pertanian di Provinsi Jambi. Rangkaian kegiatan hari kedua memperkuat koordinasi sekaligus mendorong terbangunnya data yang lebih akurat dan menjadi acuan bersama dalam pengawalan program strategis Kementerian Pertanian. (ES)