Dongkrak Produktivitas Padi, PM-AAS Diusulkan 902 Hektare di Simpang Datuk
TANJUNG JABUNG TIMUR – Pengembangan pertanian modern di Kabupaten Tanjung Jabung Timur terus diperkuat melalui penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS). Di Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, program tersebut diusulkan pada areal seluas 902 hektare dan disosialisasikan kepada petani serta pemangku kepentingan di Brigade Pangan Simpang Datuk 3, Rabu (9/9). Kegiatan dihadiri Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Tanjung Jabung Timur Kamalia Mulyanti, S.TP., M.Sc., LO dan sekretaris, penyuluh pendamping serta tim BRMP Jambi, Kepala Bidang PSP Dinas TPH Tanjung Jabung Timur Rahmat Rahim, S.P., Koordinator BPP Kecamatan Nipah Panjang, Penyuluh Desa Simpang Datuk, Brigade Pangan Simpang Datuk 3, kelompok tani, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
LO Tanjung Jabung Timur Husnul Ardi, S.P., menjelaskan PM-AAS mengintegrasikan sarana produksi, mekanisasi, teknik budidaya, dan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha tani. Simpang Datuk memiliki luas baku sawah 1.011 hektare dengan produktivitas saat ini 6,9 ton per hektare. Petani juga telah menerapkan indeks pertanaman (IP) 200 dan pernah mencoba IP 300, meski hasilnya belum optimal akibat gangguan hama dan penyakit. Melalui PM-AAS, teknik tanam benih langsung (Tabela) yang telah diterapkan akan diperkuat dengan penggunaan benih secara lebih terukur dan pengaturan jarak tanam.
Selain peningkatan teknologi budidaya, pengembangan kawasan juga didukung usulan benih, pupuk, pupuk organik cair, herbisida, dan alat mesin pertanian (alsintan), serta penguatan infrastruktur tata air. Dari sisi pemasaran, hasil panen dalam tiga musim terakhir relatif terserap Bulog, dengan sekitar 2.550 ton gabah pada musim Okmar dan nilai perputaran uang mencapai Rp18 miliar. Dengan potensi lahan, produktivitas, dan pasar tersebut, BRMP Jambi mendorong PM-AAS 902 hektare di Simpang Datuk dapat mengoptimalkan potensi pertanian melalui penerapan teknologi yang sesuai kondisi setempat, sehingga produksi padi meningkat secara berkelanjutan dan berdampak pada pendapatan petani. (NSH, PS)