Di PENAS 2026, Wapres Gibran Sebut Indonesia Kian Mandiri Pangan Berkat Petani dan Nelayan
GORONTALO – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyatakan Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional berkat kerja keras petani dan nelayan serta dukungan kebijakan pemerintah yang berpihak pada sektor pertanian dan perikanan. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Pekan Nasional XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo, Sabtu (20/6). Menurutnya, kemandirian pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah di tengah tantangan global seperti konflik geopolitik, perang dagang, dan gangguan rantai pasok dunia.
Dalam kesempatan itu, Gibran mengapresiasi langkah Andi Amran Sulaiman yang memangkas 145 regulasi distribusi pupuk subsidi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani. Sementara itu, Amran melaporkan target swasembada pangan yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun. Ia menyebut Indonesia mencatat kenaikan produksi pangan tertinggi kedua di dunia pada 2025 setelah Brasil, dengan stok pangan nasional mencapai sekitar 5,2 juta ton, tertinggi sejak Indonesia merdeka. Selain itu, harga gabah berada pada level Rp6.500 per kilogram dan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127, tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
Amran juga menyampaikan bahwa nilai ekspor pertanian meningkat Rp166 triliun sehingga total ekspor pertanian nasional mencapai Rp765 triliun. Pemerintah saat ini menyiapkan program bantuan bibit gratis untuk komoditas strategis seperti kakao, kelapa, dan tebu pada lahan seluas 870 ribu hektare, serta melakukan pembenahan tata niaga sawit melalui kebijakan ekspor CPO satu pintu guna memperkuat kesejahteraan petani. Ke depan, pemerintah akan mempercepat hilirisasi pertanian dan perkebunan untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan pangan dunia.