Bungo Jadi Titik Gertam Serentak PM-AAS di Jambi, Seluas 75 Hektare Ditanami
BUNGO – Gerakan Tanam (Gertam) Serentak Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) dilaksanakan serentak secara nasional di 38 provinsi, Rabu (30/9). Di Provinsi Jambi, Kabupaten Bungo menjadi lokasi yang mewakili pelaksanaan kegiatan, dipusatkan di Desa Bukit Sari, Kecamatan Jujuhan Ilir, dengan areal tanam 75 hektare. Kegiatan dihadiri Direktur Wilayah BRMP Jambi Dr. Yunimar, S.Si., M.Si., Kepala Bagian Tata Usaha Hery Nugroho, S.P., M.P., Penyuluh Pendamping Bungo Yudhiawaty, S.P., dan Sekretaris LO Bungo, serta Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, Kepala Dinas TPHP Kabupaten Bungo Ishak, S.P., M.M., jajaran pemerintah daerah, penyuluh, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kelompok tani. Gertam serentak di sejumlah kabupaten di Jambi pada kesempatan tersebut mencapai total 195 hektare.
Yunimar menyampaikan Gertam menjadi bagian dari penguatan penerapan PM-AAS untuk meningkatkan produktivitas padi dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Menurutnya, Bungo dipilih mewakili Jambi dalam gerakan nasional tersebut. Penerapan PM-AAS juga diarahkan mendukung target Jambi 2026 seluas 6.115 hektare yang harus diselesaikan panennya pada Desember 2026, sekaligus menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan pangan akibat alih fungsi lahan. Pada pilot project di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, produktivitas PM-AAS telah mencapai 10,27 ton per hektare. Yunimar menekankan bahwa peningkatan populasi tanaman perlu diikuti pengelolaan lebih intensif, termasuk pemenuhan sarana produksi, pemeliharaan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta dukungan penyuluh, POPT, dan pihak terkait.
Ishak menjelaskan PM-AAS merupakan model pertanaman dengan populasi lebih rapat sehingga membutuhkan pemenuhan hara, pemupukan, dan pengelolaan hama serta penyakit yang lebih baik. Ia berharap penerapannya berkembang dari Jujuhan Ilir ke kecamatan lain di Bungo dan menyatakan pemerintah daerah siap mendukung. Sementara itu, Tri Wahyu Hidayat mengapresiasi dukungan BRMP Jambi dan penetapan Bungo sebagai lokasi perwakilan Jambi dalam Gertam nasional. Ia berharap peningkatan produktivitas melalui PM-AAS dapat memberikan nilai ekonomi lebih baik bagi petani dan mendorong keberlanjutan usaha tani, termasuk menarik kembali minat petani yang lahannya beralih fungsi. Gertam di Bungo sekaligus memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, petani, dan pihak terkait dalam penerapan pertanian modern. (RKW)