BRMP Jambi Perkuat Percepatan Target LTT Padi di Sungai Penuh
SUNGAI PENUH – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi menggelar rapat koordinasi bersama jajaran penyuluh pertanian di Kantor CWS Penyuluh, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, Kamis (5/11), untuk mengevaluasi realisasi Luas Tambah Tanam (LTT), luas panen padi, Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS), dan Optimasi Lahan (Oplah) 2026. Kegiatan dihadiri LO Kota Sungai Penuh Eva Salvia, S.P., Penyuluh Pendamping Maliyansyah, S.P., Katimker Penyuluh Dicky Pratama Dany, S.TP., seluruh koordinator penyuluh, serta perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum. Pertemuan juga diisi pemaparan program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), yaitu program perbaikan, rehabilitasi, dan peningkatan jaringan irigasi melalui skema padat karya tunai yang dikelola masyarakat petani. Perwakilan Kementerian PU mendorong penyuluh aktif menyampaikan informasi dan mendampingi petani dalam mengakses program tersebut.
Dalam evaluasi yang disampaikan Eva Salvia, realisasi LTT padi di delapan kecamatan hingga Oktober 2026 mencapai 5.767,21 hektare. Delapan kecamatan tersebut meliputi Tanah Kampung, Hamparan Rawang, Kumun Debai, Pondok Tinggi, Pesisir Bukit, Sungai Penuh, Koto Baru, dan Sungai Bungkal. Untuk mengejar sisa target, diperlukan evaluasi, validasi data, dan intervensi lapangan selama November–Desember. Diskusi yang dipimpin Maliyansyah dan Dicky Pratama Dany menghasilkan pembahasan mengenai identifikasi kendala, seperti kekeringan, cuaca tidak menentu, kesiapan lahan, kondisi irigasi, dan keterbatasan sarana produksi. Selain itu, ditekankan pentingnya rekonsiliasi data antarpenyuluh serta pelaporan secara waktu nyata (real time), akurat, dan terverifikasi dari tingkat kecamatan hingga pusat.
Berdasarkan hasil pembahasan dan kesanggupan masing-masing wilayah, target LTT padi Kota Sungai Penuh ditetapkan sebesar 693,985 hektare untuk November dan 803,855 hektare untuk Desember 2026. Target tersebut mencakup pertanaman reguler, Oplah 2024, Oplah 2025, dan PM-AAS. Kondisi cuaca yang mulai memasuki musim hujan diharapkan mendukung percepatan pertanaman yang sebelumnya tertunda akibat kekeringan. Melalui penetapan target dan komitmen bersama, BRMP Jambi mendorong penguatan koordinasi serta tanggung jawab kolektif seluruh pihak agar percepatan tanam pada November–Desember dapat terlaksana secara optimal untuk mendukung pencapaian swasembada pangan nasional. (ES)