BRMP Jambi Ikuti Sidang Tim Pengendali Mutu Kajian Pengelolaan Duku Sehat di Kabupaten Muaro Jambi
MUARO JAMBI - Kabupaten Muaro Jambi merupakan salah satu sentra duku di Provinsi Jambi, yaitu Duku Kumpeh, yang menjadi ikon Provinsi Jambi. Duku dengan cita rasa manis ini merupakan varietas unggul nasional. Saat ini, produktivitas duku Kumpeh menurun tajam akibat serangan penyakit kanker batang yang disebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora. Umumnya penyakit ini sangat merugikan, baik secara ekonomi, maupun dalam penurunan produksi buah duku, bahkan menyebabkan kematian tanaman dalam waktu relatif singkat. Hal ini akan bermuara punahnya salah satu kekayaan plasma nutfah yang dimiliki Provinsi Jambi. Dalam rangka menyelamatkan duku Kumpeh tersebut Pemerintah Provinsi Jambi melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) melakukan Kajian Pengelolaan Duku Sehat di Kabupaten Muaro Jambi.
Sebelum penyampaian hasil akhir kegiatan kepada pengambil kebijakan dan stakeholder, dilakukan sidang tim pengendali mutu (TPM) untuk mendapatkan masukan dan saran terhadap hasil kajian yang telah dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan Pengelolaan Duku Sehat di Kabupaten Muaro Jambi. Sidang TPM dilaksanakan di ruang rapat kepala BRIDA Jambi, Senin, 11 November 2025, dipimpin oleh Rike Zahari, S.E dari BRIDA dan dihadiri oleh anggota TPM sekaligus nara sumber Dr. Ir. Islah Hayati, MSc dari Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Hadir pula sebagai pembahas Kabid Tanaman Pangan DTPH Kabupaten Muaro Jambi, Kepala UPTD Perbenihan DTPHP Provinsi Jambi beserta Kasi Hortikultura, Fungsional POPT UPTD BPTPH DTPHP Provinsi Jambi, dan peneliti serta analisis kebijakan BRIDA Jambi.
Hasil kajian Pengelolan Duku Sehat di Kabupaten Muaro Jambi dipaparkan oleh ketua tim pelaksana kegiatan Dr. Desi Hernita, S.P., MP dari BRMP Jambi. Selama 5 tahun terakhir (2020-2024) produksi duku mengalami penurunan yang signifikan akibat penyakit kanker batang, akan tetapi mulai meningkat kembali tahun 2024. Hal ini sejalan dengan data luas tambah serangan penyakit kanker batang selama 5 tahun terakhir, dimana serangan tertinggi pada tahun 2021 sebesar 5.202 ha dan terendah tahun 2024 sebesar 651 ha. Penurunan tingkat serangan disebabkan pengendalian yang dilakukan secara intensif mulai tahun 2021 sampai saat ini. Hasil mulai terlihat pada tahun 2024, dimana pengendalian yang dilakukan pada tanaman duku sehat/belum terserang penyakit dapat menekan tingkat serangan penyakit kanker batang. Menurut Desi Hernita, teknologi pengendalian yang dilakukan meliputi aplikasi bubur bordo, pemupukan, pemberian trichoderma dan mikoriza serta sanitasi lingkungan.
Sebagai tindak lanjut kedepan disarankan untuk melakukan demplot pengelolaan duku sehat seluas 1-2 ha dengan berkolaborasi bersama dinas terkait. Hal ini didukung oleh Islah Hayati yang menyatakan bahwa ada 3 permasalahan utama dalam melakukan pengendalian yaitu: keterbatasan anggaran, kontinuitas tindakan pengendalian dan duku bukan komoditas unggulan nasional. Sehingga perlu branding bahwa duku adalah tanaman eksotik, endemik dan hanya terdapat di beberapa wilayah sehingga perlu dilestarikan. DTPH Kabupaten Muaro Jambi, UPTD BPTPH dan Perbenihan DTPHP Provinsi Jambi sangat mendukung kegiatan pengendalian penyakit kanker batang duku ini tetapi terbatas dengan anggaran. Seluruh peserta sidang TPM sepakat perlu dilakukan audiensi dengan pengambil kebijakan dan pimpinan daerah untuk menyelamatkan plasma nutfah duku Kumpeh