BRMP Jambi Ikuti Rakor Penguatan Ekspor Pinang di Tengah Tantangan Global
KOTA JAMBI — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi mengikuti rapat koordinasi penguatan ekspor komoditas pinang yang digelar Pemerintah Provinsi Jambi pada Senin (20/4) di ruang rapat Setda Provinsi Jambi. Rapat dipimpin Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Jambi H. Syamsurizal, S.E., M.Si., dan dihadiri sejumlah instansi terkait, termasuk BPS Jambi, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Jambi, Bea Cukai, Disperindag, serta pelaku usaha ekspor.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai kendala ekspor pinang akibat dinamika geopolitik, termasuk terganggunya jalur pelayaran di Timur Tengah yang berdampak pada peningkatan biaya logistik dan risiko pengiriman. Data BPS menunjukkan ekspor pinang tahun 2025 mencapai 72,01 persen dan meningkat 116,59 persen dibanding tahun sebelumnya, serta terus tumbuh pada awal 2026. Namun, ketergantungan pasar ke kawasan Timur Tengah menjadi tantangan, sehingga diperlukan strategi mitigasi seperti diversifikasi pasar, optimalisasi jalur distribusi, dan penguatan logistik lokal.
BRMP Jambi melalui Fungsional PMHP Madya Dr. Desi Hernita, S.P., M.P., menyampaikan peran dalam pendampingan pengembangan pinang unggul Betara melalui penerapan GAP, GHP, GMP, serta standar mutu nasional. Selain itu, dikembangkan pula diversifikasi produk turunan seperti permen, bubuk, hingga olahan pangan lainnya untuk meningkatkan nilai tambah. Melalui sinergi lintas sektor, diharapkan ekspor pinang Jambi tidak hanya bertumpu pada produk mentah, tetapi juga berkembang pada produk hilir bernilai tinggi guna memperkuat daya saing dan keberlanjutan ekspor. (DH)