BRMP Jambi Hadir dalam Apel Nasional Bersama Mentan, Penyuluh Jadi Garda Terdepan Swasembada Pangan
KOTA JAMBI - Kementerian Pertanian menggelar Apel Nasional yang diikuti sekitar 34.000 peserta dari seluruh Indonesia, termasuk para penyuluh, Gapoktan, Poktan, pejabat struktural, serta UK UPT BBSDMP dan BRMP Kementan. BRMP Jambi turut hadir dalam kegiatan besar ini yang digelar secara luring dan daring di Gedung A Kantor Pusat Kementan Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Apel Nasional dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian, Dr. Andi Amran Sulaiman, yang membuka kegiatan dengan memberikan apresiasi besar kepada seluruh penyuluh sebagai pilar utama pembangunan pertanian. Mentan menegaskan bahwa capaian surplus pangan nasional sekitar 4 juta ton dalam satu tahun adalah hasil kerja keras penyuluh di lapangan. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan kebanggaan tersebut di forum internasional PBB.
Dalam arahannya, Mentan menyebut penyuluh sebagai “ujung tombak”, sekaligus menekankan kewajiban penyuluh untuk menyampaikan seluruh kebijakan Kementan kepada 700.000 kelompok tani dan 17 juta petani di seluruh Indonesia. Ia meminta pesan-pesan penting diberi kode khusus agar tidak terlewat, serta menegaskan bahwa seluruh bentuk intimidasi atau intervensi terhadap penyuluh harus segera dilaporkan, dengan jaminan kerahasiaan penuh dari Kementan.
Mentan juga menyoroti pentingnya integritas di lapangan: tidak ada ruang bagi mafia alsintan maupun praktik yang merugikan petani. Bantuan Kementan, terutama alsintan, harus tepat sasaran dan diprioritaskan bagi petani kecil. Penyuluh diingatkan agar tidak “mengkhianati pertanian,” karena tugas mereka adalah amanah yang bernilai di dunia dan akhirat.
Berbagai aspirasi dari Maros, Indramayu, Papua, Padang Pariaman, hingga Kalimantan Utara mengalir langsung kepada Mentan. Mulai dari laporan mafia alsintan, kebutuhan keamanan PPL, usulan uji kompetensi, penambahan combine harvester, hingga persoalan kuota BBM alsintan di perbatasan. Mentan merespons seluruhnya dengan komitmen tindak lanjut, termasuk membuka peluang usulan cetak sawah baru, prioritas bantuan wilayah perbatasan, dan percepatan program irigasi serta pompanisasi dengan anggaran Rp 4 triliun tahun depan. BRMP dan BBSDMP diperintahkan segera merangkum seluruh aspirasi lapangan.
Di sisi lain, Kepala BRMP Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. menyampaikan bahwa BRMP kini telah membentuk satker baru di Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Provinsi Papua Selatan. Dengan hadirnya UK/UPT BRMP yang kini tersebar di seluruh Indonesia, koordinasi penyuluh di setiap wilayah menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan terstruktur. Sementara Kepala BBSDMP Dr. Idha Widi Arsanti, SP, MP akan mengagendakan pertemuan rutin bulanan bersama Mentan sebagai langkah mempercepat koordinasi nasional.
Usai apel, Kepala BRMP Jambi, Firdaus, SP., M.Si., memberikan arahan strategis mengenai penguatan kelembagaan penyuluh. Ia menjelaskan bahwa penyuluh berpotensi besar dialihkan ke BRMP, sementara penyuluh di wilayah yang memiliki UPT BBSDMP dapat bergabung ke UPT Bapeltan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa opsi yang paling memungkinkan adalah penyuluh akan bernaung di BRMP. Firdaus juga menyampaikan bahwa BRMP provinsi berpeluang naik menjadi Eselon II, sebuah peningkatan yang akan memperkuat kapasitas BRMP dalam melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengawalan program strategis Kementan di daerah.
Ia menutup arahannya dengan menegaskan komitmen BRMP Jambi untuk terus mengawal capaian Luas Tambah Tanam (LTT) serta bergerak seirama dengan para penyuluh dalam mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan petani.
Apel Nasional ini menjadi momentum besar kebangkitan pertanian modern Indonesia, momentum yang mempertegas bahwa penyuluh, petani, dan seluruh unit kerja pertanian berdiri dalam barisan yang sama menuju kedaulatan pangan nasional.
Acara ditutup dengan mengumandangkan yel-yel penyemangat:
“Penyuluh Eksponensial – Pertanian Modern – Petani Sejahtera!”